Dari Pacarmu Faiz,
16 Februari 2026.
♥
gulir ke bawah
Bayangan dan Jarak
Langit-langit kamarku runtuh pelan-pelan, berubah menjadi layar bioskop yang memutar adegan. Aku sedang bergulat dengan hantu masa depan, tapi yang paling mencekik leherku bukanlah yang belum jadi, melainkan kilometer yang membentang di antara kita.
Jarak ini bukan lagi angka, ia adalah monster tak kasat mata yang tertawa karena tanganku terlalu pendek untuk memelukmu.
Namun, di tengah tawa monster itu, aku tersadar akan satu hal...
gulir ke bawah
Simpul Waktu
Bahwa kita sudah melangkah sejauh ini. Tiga tahun. Seribu sembilan puluh lima hari.
Kita adalah dua perahu kertas yang nekat menyeberangi samudra, seringkali hampir karam dihantam ombak salah paham, tapi anehnya... kita tidak pernah tenggelam.
Tahukah kamu kenapa kita selalu selamat?
Rumah Tanpa Dinding
Karena kamu. Di saat dunia luar terasa seperti labirin raksasa yang menakutkan — tempat di mana aku merasa kerdil dan gagal — kamu tetap berdiri di sana.
Kamu adalah satu-satunya keberhasilan yang tidak perlu aku kejar dengan napas terengah-engah.
Kamu adalah rumah yang pintunya tidak pernah terkunci untukku.
Menjadi Cahaya
Dan karena cahayamu begitu hangat, aku sadar, menyembunyikanmu dari dunia adalah hal yang mustahil.
Bagaimana mungkin aku marah pada matahari karena ia bersinar terlalu terang? Wajar jika orang-orang di sekitarmu mendekat, mereka hanya kedinginan dan butuh hangatmu.
Kamu seindah itu, Sayang.
Ketakutan yang Manis
Maka biarlah mereka mengagumi cahayanya, asalkan aku yang diizinkan menjaga apinya.
Saat ini ada sesuatu yang tumbuh dari rasa takut kehilangan yang gila, tapi entah kenapa terasa manis.
Seperti takut kehilangan napas, membuatku sadar betapa berharganya setiap udara yang kuhirup bersamamu.
Di Setiap Detik
Itulah sebabnya, jarak mungkin bisa menahan tanganku, tapi ia tidak bisa menahan pikiranku.
Kamu ada di sela-sela jarum jam yang bergeser. Kamu ada di spasi kalimat yang belum kutulis.
Kamu menyusup di setiap doa yang kulangitkan diam-diam.
Penutup
Di perayaan ketiga ini, aku hanya ingin kau tahu satu hal.
Sederhana, tapi ini adalah mantra yang menjagaku tetap waras di tengah dunia yang bising...
Riesa,
Riesa Dewi Lestari...
Aku sayang kamu.
Selamat Anniversary ke-3, Sayang.
16 Februari 2026